Bupati Deli Serdang, Asriludin Tambunan Siap Jadwalkan Ulang Pertemuan dengan Pujaketarub

Bupati Deali Serdang, Asriludin Tambunan Siap Jadwalkan Ulang Pertemuan dengan Pujaketarub: Persaudaraan Tak Terbatas Waktu

DELI SERDANG – jelasnews.com
Komitmen untuk mempererat hubungan dengan masyarakat lintas budaya kembali ditunjukkan oleh Bupati Deli Serdang, dr. H. Asriludin Tambunan. Meski hanya sempat bertemu singkat dalam agenda silaturahmi, Asriludin memberikan sinyal kuat akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Paguyuban Jawa Keturunan Nusantara Bersatu (Pujaketarub).

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati, Selasa (15/7/2025), saat rombongan Pujaketarub yang dipimpin oleh Ketua Umum Hermawan, S.H., M.H., menyambangi kantor Bupati Deli Serdang dalam suasana kekeluargaan.

“Saya mohon maaf belum bisa berdiskusi panjang karena harus segera ke Malang untuk agenda kedinasan. Tapi saya pastikan, ini bukan akhir dari pertemuan kita. Minggu depan, saya ingin kita bertemu lagi untuk berbicara lebih banyak,” ujar Bupati sambil merangkul Ketum Pujaketarub dengan penuh kehangatan, menandakan ikatan persahabatan yang tulus.

Meski pertemuan berlangsung dalam waktu terbatas, suasana hangat dan penuh makna terasa begitu kental. Rombongan Pujaketarub yang turut membawa Dewan Pengurus Pusat (DPP), merasa tersentuh dengan sambutan langsung dari pemimpin daerah tersebut. Sebagai bentuk penghormatan, Hermawan menyerahkan plakat penghargaan kepada Bupati Asriludin Tambunan.

“Dalam waktu yang singkat, beliau sudah menunjukkan nilai persaudaraan yang luar biasa. Kami benar-benar terharu. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi awal dari kolaborasi jangka panjang,” kata Hermawan usai acara.

Ia menambahkan, Pujaketarub siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam menguatkan kebersamaan dan semangat multikultural di tengah masyarakat. Pihaknya tengah menyusun agenda lanjutan untuk mempererat hubungan kelembagaan serta mendukung program pembangunan inklusif berbasis keberagaman.

“Bagi kami, keberagaman adalah aset bangsa. Melalui Pujaketarub, kami ingin menjadi bagian dari kekuatan sosial yang mendukung pemerintahan yang berpihak pada persatuan dan harmoni lintas suku,” pungkas Hermawan.

Pertemuan yang sederhana namun penuh arti ini menegaskan bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat adat atau paguyuban budaya tetap menjadi jembatan kuat dalam menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika di tingkat lokal.

(boim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *