Janda Tagih Uang Rp300 Juta Ke AR, “Kami Hanya Ingin Hak Kami Kembali”

Janda Tagih Uang Rp300 Juta Ke AR, “Kami Hanya Ingin Hak Kami Kembali”

MEDAN – Perisainusantara.com

Harapan untuk hidup layak bagi seorang janda lima anak pupus setelah uang ratusan juta yang dipinjamkan kepada seseorang berinisial AR tak kunjung dikembalikan. Dengan nada lirih namun tegas, keluarga besar almarhum Ustad Sampan meminta agar uang yang pernah dipinjam AR dikembalikan secara baik-baik.

Permintaan itu disampaikan Rhodah (26), anak keempat almarhum, yang menjelaskan bahwa ibunya kini dalam kondisi kesulitan ekonomi setelah kepergian sang ayah.

“Uang itu sebesar Rp300 juta, awalnya dipinjam AR dengan janji akan digunakan untuk investasi usaha obat di rumah sakit. Tapi hingga kini tidak ada hasil, malah keberadaan AR pun tidak jelas,” ungkap Rhodah kepada wartawan.

Menurut Rhodah, proses peminjaman itu terjadi pada Oktober 2024. Saat itu, AR datang dengan janji manis, meyakinkan almarhum Ustad Sampan untuk berinvestasi. Sebagai jaminan, AR hanya menandatangani selembar surat dan kuitansi tanpa materai — yang kemudian justru menjadi senjata tipu daya.

“Setelah uang diserahkan, usaha tidak jalan, dan permintaan pengembalian uang malah dibalas dengan ucapan sinis. Terakhir, dia cuma bilang ‘terserah mau dibawa ke mana’, yang penting dia mengakui ada utang,” ujar Rhodah.

Keluarga pun makin terpukul saat sang ustad wafat dan tidak lagi bisa menagih secara langsung. Kini, sang istri hidup tanpa nafkah, dengan lima anak yang masih membutuhkan biaya hidup.

“Kalau almarhum masih ada, mungkin kami tidak akan seperti ini. AR, tolong kembalikan uang yang kau pinjam. Kami sangat membutuhkannya untuk hidup,” ucap sang istri dengan mata berkaca-kaca.

Konfirmasi terakhir yang diterima awak media, AR mengakui adanya utang tersebut dan menyatakan niat untuk mengembalikannya bila ada rezeki. Namun bagi keluarga almarhum Ustad Sampan, mereka hanya ingin kepastian dan itikad baik — bukan janji yang terus diulur.

“Kami tidak ingin ribut. Kami cuma ingin hak kami kembali,” pungkas Rhodah.
(boim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *