Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu, Kajari Batu Bara Dicky Oktavia Raih Dua Penghargaan TAD Awards dan Diusulkan Jadi Aspidsus
BATU BARA – jelasnews.com
Sosok Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu Bara, Dicky Oktavia, S.H., M.H. kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati hukum dan antikorupsi. Ketegasannya dalam menindak praktik korupsi di wilayah Kabupaten Batu Bara membuat para pelaku kejahatan kerah putih di daerah itu ketar-ketir.
Bukan tanpa alasan, langkah tegas dan komitmen tinggi Kajari Dicky Oktavia, dalam memberantas tindak pidana korupsi mendapat pengakuan luas. Ia bahkan baru-baru ini dianugerahi dua penghargaan bergengsi TAD Awards 2025 dari Perkumpulan Peneliti Teropong Angling Darma (TAD) — masing-masing untuk kategori Insan Aparat Penegak Hukum Pemburu Koruptor dan Tim Pemburu Koruptor bagi jajaran Kejaksaan Negeri Batu Bara.
Pendiri TAD, Sari Darma Sembiring, memuji langkah-langkah berani Kajari Dicky dalam mengungkap kasus-kasus korupsi di tingkat kabupaten. Ia bahkan menyebut Dicky sebagai sosok jaksa “ganteng tapi ganas” dalam menegakkan hukum.
“Saya memberi predikat ‘ganteng’ untuk para penegak hukum yang berani membongkar kasus korupsi. Dan Kang Dicky ini bukan hanya ganteng, tapi juga ganas. Beliau Kajari terganteng dan terganas se-Indonesia,” ujar Sari Darma dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Sari Darma menyebut keberanian Kajari Dicky patut diapresiasi karena banyak kasus yang diungkap justru melibatkan pejabat eselon II atau kepala dinas di lingkungan Pemkab Batu Bara. Padahal, kewenangan Kejari hanya berada di tingkat kabupaten.
“Dalam waktu satu tahun, beliau sudah menuntaskan berbagai perkara besar. Padahal anggaran penanganan perkara korupsi di tingkat Kejari terbatas, namun capaian penindakannya jauh melampaui target,” tambahnya.
Sebagai aktivis antikorupsi dan pemerhati hukum, Sari Darma bahkan mengusulkan agar Dicky Oktavia dipromosikan menjadi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di tingkat provinsi, mengingat rekam jejak dan kinerjanya yang dinilai luar biasa.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan publik adalah pengungkapan dugaan korupsi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Sertifikasi yang sempat viral dan disebut-sebut melibatkan sejumlah pejabat daerah. Kasus itu sebelumnya diprediksi bakal mandek, namun justru berhasil dituntaskan oleh Kajari Dicky dan timnya.
“Banyak yang sempat meragukan perkara Bimtek itu akan selesai. Tapi beliau membuktikan dengan berani merilis para tersangka tepat di Hari Ulang Tahun Kejaksaan, 2 September 2025 lalu,” tutur Sari Darma.
Meski masih menyisakan satu nama yang diduga terlibat dan tengah dalam pengembangan, pihaknya optimis Kajari Dicky akan menuntaskan seluruh proses hukum dengan transparan dan profesional.
Keberhasilan Kejari Batu Bara meraih dua penghargaan TAD Awards 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat antikorupsi masih kuat di tubuh institusi Kejaksaan.
Dengan torehan tersebut, Dicky Oktavia dinilai layak menjadi simbol integritas dan ketegasan aparat penegak hukum di daerah, sekaligus menjadi inspirasi bagi jajaran kejaksaan di seluruh Indonesia untuk tidak gentar dalam mengusut kasus korupsi tanpa pandang bulu.
(wellas)







