:
Kebakaran PT IAA Sorot Kinerja Riky Gunawan, Ketua FSB Nikeuba Desak Direktur Inalum Ambil Sikap
BATU BARA – jelasnews.com
Insiden kebakaran yang terjadi di area PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA) pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB kembali mengguncang publik Kabupaten Batu Bara. Kebakaran tersebut memunculkan gelombang kritik terhadap kepemimpinan Riky Gunawan, selaku Direktur PT IAA, yang dinilai gagal menunjukkan kapasitasnya dalam memimpin perusahaan.
PT IAA diketahui merupakan anak perusahaan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang bergerak di sektor industri aluminium menengah (midstream). Perusahaan ini berdiri pada tahun 2020 dan memproduksi billet aluminium sekunder dengan kapasitas awal sekitar 30.000 ton per tahun.
Namun, pascakebakaran yang melanda salah satu bagian fasilitas produksi, muncul pertanyaan publik terkait lemahnya sistem penilaian risiko dan mitigasi kebakaran di tubuh perusahaan. Kritikan tajam pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Ketua Federasi Serikat Buruh (FSB) Nikeuba Batu Bara, Yusribajang.
Yusribajang menilai kebakaran yang terjadi menjadi bukti bahwa manajemen IAA di bawah kepemimpinan Riky Gunawan tidak berjalan efektif. Ia juga menyinggung rekam jejak Riky saat masih menjabat sebagai sekretaris Koperasi Karyawan Inalum (Kokalum), yang menurutnya justru meninggalkan banyak persoalan.
“Kebakaran di IAA hari ini memperlihatkan ketidaklayakan Riky Gunawan sebagai direktur. Kokalum saja dulu hancur di tangannya, apalagi perusahaan besar seperti IAA,” ujar Yusribajang.
Menurutnya, nasib Kokalum yang sempat dikabarkan bangkrut meski dalam laporan keuangan tercatat selalu untung, menjadi pelajaran penting bagi PT Inalum. Ia menilai, jika manajemen IAA tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan bernasib sama.
“Kalau beliau mau bertanggung jawab, persoalan Kokalum sebenarnya mudah diselesaikan. Buruh yang terdampak bisa ditampung pelan-pelan di IAA. Tapi faktanya, persoalan pesangon dan kesejahteraan buruh hingga kini tidak terselesaikan,” tambahnya.
Atas dasar itu, FSB Nikeuba mendesak Direktur Utama PT Inalum, Melati Sarnita, untuk segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Riky Gunawan dari jabatan Direktur PT IAA.
“Kami berharap Ibu Melati segera bertindak sebelum IAA hancur seperti Kokalum. Ini bukan soal pribadi, tapi soal tanggung jawab dan kredibilitas manajemen,” tegas Yusribajang.
Insiden kebakaran di PT IAA kini tengah dalam proses penanganan, sementara publik menunggu langkah konkret dari manajemen Inalum terkait desakan pergantian pimpinan di anak perusahaan tersebut.
(red)







