Gawat! Proyek Properti Jewel Garden Diduga Abaikan Aturan, Warga Mengeluh — Pemerintah Daerah Tutup Mata?
DELI SERDANG – jelasnews.com
Pembangunan Properti Jewel Garden di Jalan H. Anib, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, kembali menuai sorotan. Berbeda dengan sejumlah proyek properti lain di Deli Serdang yang berupaya patuh pada aturan dan menciptakan lingkungan pembangunan yang tertib, proyek ini justru dituding menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan keselamatan.
Pantauan di lapangan pada Rabu (19/11/2025), kondisi sekitar proyek terlihat semrawut. Debu beterbangan saat cuaca kering, sementara ketika hujan turun, jalan berubah menjadi licin akibat lumpur yang tumpah ke jalan utama. Tidak hanya itu, kerusakan jalan berlubang juga semakin parah, bahkan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Situasi ini sudah berlangsung berbulan-bulan, menyebabkan keresahan warga maupun pengguna Jalan H. Anib yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Namun, hingga kini, belum terlihat ada upaya serius dari pihak pengembang maupun instansi terkait untuk menangani persoalan tersebut.
Seorang wartawan berinisial BM turut menjadi korban. Ia terpeleset dan jatuh saat melintas di depan lokasi proyek ketika menuju Mabar Hilir, Medan. BM menyaksikan langsung kondisi jalan yang dipenuhi lumpur tebal dan lubang yang dibiarkan begitu saja oleh pihak proyek, membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.
Biring, warga yang rumahnya tepat di depan jalur keluar masuk truk angkut tanah, mengaku sudah putus asa.
“Kami sudah hilang harapan, bang. Mau mengadu ke mana lagi? Banyak yang jatuh, bahkan ada yang sampai meninggal terlindas truk. Tapi tidak ada yang peduli,” ujarnya.
Biring menuturkan bahwa warga pernah melakukan aksi protes, tetapi tidak mendapat respons. Aparat desa dan dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup disebut tidak memberikan solusi konkret.
“Kami hanya dijanjikan ‘akan ditindaklanjuti’, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Kami lelah mengadu,” tambahnya.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi pihak manajemen Jewel Garden dan meminta kontak manajer proyek, tidak satu pun pekerja yang bersedia memberikan informasi. Bahkan petugas keamanan memilih menghindar.
“Kami cuma pekerja, bang. Hanya ikut arahan atasan,” ujar salah satu petugas keamanan sebelum bergegas pergi.
Sejak lima bulan proyek berjalan, puluhan pengendara dikabarkan terjatuh akibat kondisi jalan yang buruk, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Meski demikian, tidak tampak adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk meninjau lokasi ataupun memberi solusi.
Situasi ini memunculkan dugaan kuat di masyarakat bahwa pihak yang memiliki kekuatan finansial dapat dengan mudah mengabaikan aturan dan keselamatan publik.
(bm)







