KSJ Desak Pemerintah Perhatikan Petani Palawija Pasca Banjir di Sumut

KSJ Desak Pemerintah Perhatikan Petani Palawija Pasca Banjir di Sumut

Sumatra Utara — jelasnews.com
Banjir besar yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra Utara baru-baru ini tidak hanya merusak pemukiman dan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian, terutama tanaman palawija. Akibat gagal tanam dan gagal panen yang dialami petani, harga kebutuhan pokok diprediksi akan mengalami lonjakan dalam beberapa minggu ke depan.

Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu program ketahanan pangan yang sedang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo untuk menstabilkan ekonomi daerah. Jika pasokan pangan semakin menipis, masyarakat Sumut sangat mungkin menghadapi kelangkaan bahan konsumsi pokok.

Menanggapi situasi tersebut, Pendiri sekaligus Pembina Utama Komunitas Sedekah Jumat (KSJ), H. Ikhwan — Sang Pejuang Dhuafa, menginstruksikan para relawan KSJ untuk turun langsung membantu para petani palawija yang terdampak banjir di wilayah Kota Medan, Kamis (4/12/2025).

“Setelah bencana, biasanya masalah tidak selesai begitu saja. Harga kebutuhan masyarakat perlahan akan naik akibat kelangkaan pasokan. Sayur, palawija, dan bahan pangan lainnya membutuhkan distribusi cepat dalam kondisi segar, sehingga ketika daerah pertanian rusak, masyarakat langsung merasakan dampaknya,” ujar H. Ikhwan.

Ia menegaskan bahwa kepedulian KSJ tidak sebatas memberikan bantuan sembako kepada kaum dhuafa. Komunitas ini juga siap membantu petani melalui pemberian pupuk dan edukasi pertanian untuk mendorong mereka bangkit kembali pasca bencana. “Apa pun kebutuhannya, selama itu untuk masyarakat dan kemanusiaan, KSJ akan hadir,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan media, sejumlah daerah lumbung pangan di Sumatra Utara dihantam banjir hingga menyebabkan ribuan hektare sawah dan kebun mengalami kerusakan berat. Badai Senyar yang melanda Pulau Sumatra menjadi penyebab utama bencana ini.

Salah satu petani, Holik (61), menyampaikan kondisi memilukan yang dialami para petani. “Kami benar-benar bingung. Semua sawah dan kebun rusak. Modal usaha sudah habis. Harapan panen juga hilang. Lahan masih terendam banjir dan cuaca tidak menentu. Bibit dan pupuk menjadi kebutuhan utama kami sekarang. Tolong pemerintah bantu agar kami bisa kembali bekerja dan tetap memberi makan rakyat Indonesia,” ucapnya dengan penuh haru.

Dalam misi kemanusiaan pasca banjir, KSJ berencana mendistribusikan bantuan berupa pupuk kepada petani palawija terdampak di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Bantuan akan diberikan pada awal Januari tahun mendatang dan ditargetkan untuk puluhan petani yang terdampak parah. Informasi ini disampaikan oleh salah satu relawan KSJ.
(boim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *