APDESU Surati Polres, Rencana Aksi di Kejari Batu Bara Terkait Dugaan Korupsi Diskop UKM
BATU BARA – jelasnews.com
Dugaan penyimpangan anggaran pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan publik. Program Bimbingan Teknis (Bimtek) atau pelatihan yang disebut-sebut menelan anggaran belanja pihak ketiga sebesar Rp3,3 miliar serta honor narasumber sekitar Rp. 920 juta, memicu rencana aksi unjuk rasa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara.
Aliansi Pemuda Desa Bersatu Indonesia (APDESU) menilai pelaksanaan kegiatan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan. Mereka mempertanyakan kejelasan pelaksana, peserta, narasumber, hingga hasil atau output dari program Bimtek yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM.
Pantauan di lapangan, perwakilan APDESU terlihat mendatangi ruang Intelkam Polres Batu Bara untuk menyerahkan surat pemberitahuan rencana aksi unjuk rasa kepada personel Satuan Intelkam.
Abdillah, perwakilan APDESU, menyampaikan bahwa pihaknya telah secara resmi menyampaikan surat pemberitahuan aksi sekaligus berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di Kejaksaan Negeri Batu Bara.
Dalam keterangan yang diterima awak media, APDESU menyatakan aksi dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas besarnya anggaran pelatihan, termasuk biaya pengurusan akta notaris koperasi desa merah putih serta honor narasumber yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Abdillah menegaskan, pihaknya meminta agar persoalan ini menjadi perhatian serius dan tidak terulang seperti kasus Bimtek Dinas Pendidikan Batu Bara Tahun 2024.
Ia juga menyebut bahwa pihaknya masih terus mengumpulkan data dan bukti untuk memperkuat dugaan yang disampaikan.
Rencana aksi unjuk rasa tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026 mendatang di Kantor Kejari Batu Bara.
(detiknews86.com).







