Bank Sumut Nilai Tradisi di Batu Bara Perlu Dijaga karena Beri Dampak Sosial dan Ekonomi
BATU BARA – jelasnews.com
Tradisi mandi balimau kembali digelar di Kabupaten Batu Bara sebagai penanda menyambut Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol pembersihan diri secara lahir dan batin, tetapi juga wujud komitmen pelestarian budaya Melayu di daerah tersebut.
Kepala Bank Sumut Cabang Lima Puluh, Teddy Pribadie, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang konsisten menjaga dan merawat identitas budaya lokal. Menurutnya, tradisi di Batu Bara memiliki nilai yang patut dipertahankan karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Mandi balimau sendiri merupakan ritual membersihkan diri menggunakan air yang dicampur limau dan rempah-rempah. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk persiapan spiritual dan fisik agar umat Muslim memasuki Ramadhan dalam keadaan suci dan segar.
Selain mandi balimau, Pemkab Batu Bara juga melestarikan pesta tapai yang digelar selama satu bulan penuh di Desa Dahari Selebar. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menjual lemang dan tapai khas daerah. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.
Data pelaksanaan pesta tapai mencatat total transaksi mencapai sekitar Rp5,892 miliar selama 28 hari. Dengan rata-rata perputaran harian sekitar Rp210 juta dari 266 tenan, kegiatan ini terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Tradisi lain yang tetap dijaga adalah mogang, yakni kegiatan makan bersama dengan duduk bersila di atas tikar. Selain mempererat kebersamaan, mogang juga memperkuat nilai sosial dalam kehidupan masyarakat Melayu Batu Bara.
Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, menegaskan pentingnya mewariskan budaya lokal kepada generasi mendatang. Ia menilai pelestarian tradisi menjadi langkah strategis agar masyarakat tetap mengenal dan mencintai akar budayanya.
Prosesi mandi balimau berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat dan tamu undangan yang ikut diguyur air wewangian.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan BUMN dan perbankan, pimpinan lembaga daerah, serta tokoh adat dan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, warga juga membawa pulang air balimau serta menerima pembagian daging, yang semakin memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Pihak Bank Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pelestarian budaya yang berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.
Dukungan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi sejalan dengan pembangunan daerah, pungkasnya mengakhiri.
(wellas)







