Bupati Baharuddin Tinjau Bendungan Tanah Merah, Soroti Penyusutan Debit Air
BATU BARA – jelasnews.com
Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, turun langsung meninjau pembangunan penahan tanah dan Bendungan Tanah Merah yang telah rampung dikerjakan pada tahun 2025 di Kecamatan Air Putih, Jumat (20/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para petani sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang terus mendorong penguatan sektor pangan, termasuk melalui program-program infrastruktur yang dijalankan Kementerian PUPR.
Di tingkat provinsi, perbaikan Bendungan Tanah Merah juga telah dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara.
Namun demikian, hasil peninjauan menunjukkan adanya penyusutan volume air yang cukup signifikan di Bendungan Tanah Merah. Kondisi ini disebabkan berkurangnya aliran air dari Bendungan Simanggar akibat tingginya sedimentasi di aliran Sungai Simanggar.
Endapan tersebut menghambat suplai air menuju Bendungan Tanah Merah dan Bendungan Perkotaan.
Sungai Simanggar selama ini menjadi sumber utama pasokan air untuk daerah irigasi di Kabupaten Batu Bara.
Karena Bendungan Simanggar berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas instansi.
Bupati menegaskan pentingnya langkah cepat dan konkret dari pihak PSDA Provinsi Sumatera Utara untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia menilai masalah ini sangat krusial karena berdampak langsung pada kebutuhan air masyarakat, khususnya petani di daerah irigasi Perkotaan.
Sekitar 3.350 hektare lahan pertanian di daerah irigasi Kabupaten Batu Bara bergantung pada aliran air dari Simanggar yang diteruskan melalui Bendungan Tanah Merah dan Bendungan Perkotaan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan mengganggu ketahanan pangan daerah.
Secara keseluruhan, luas lahan pertanian di Kabupaten Batu Bara mencapai kurang lebih 12.000 hektare, dengan sebagian besar sistem irigasi bersumber dari Sungai Simanggar.
Bupati juga berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat guna memastikan keberlanjutan pasokan air bagi para petani. Menurutnya, meski kewenangan pengelolaan sungai berada di tingkat provinsi, kolaborasi lintas pemerintahan menjadi kunci penyelesaian persoalan ini.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Camat Air Putih, Kepala Dinas PUPR Batu Bara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Batu Bara, serta para kepala desa se-Kecamatan Air Putih.
(wellas)







