Tebing Tinggi – jelasnews.com
Peristiwa tragis menimpa sebuah keluarga muda di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Seorang ibu muda bernama Dea Amanda Sari Saragih (22) harus kehilangan penglihatan total pada mata kanannya setelah diduga menjadi korban penembakan menggunakan ketapel oleh orang tak dikenal, Minggu malam (7/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dea yang merupakan istri dari Wahyu Saputra (24) dan ibu dari seorang balita berusia 3 tahun, diketahui berdomisili di Jalan H.A. Bilal Lingkungan V, Kelurahan Padang Hilir. Insiden nahas tersebut terjadi saat Dea bersama suami dan anaknya melintas di Jalan Abdul Rahim Lubis, Kecamatan Padang Hilir, sepulang membeli makanan.
Menurut keterangan Wahyu, kejadian berlangsung sangat cepat. Istrinya tiba-tiba berteriak histeris karena kesakitan. Saat kendaraan dihentikan, darah sudah mengalir deras dari mata kanan korban.
“Begitu saya berhenti, saya lihat mata kanan istri saya sudah berdarah parah,” ujar Wahyu dengan suara bergetar. Anak mereka, Laila, meski tidak mengalami luka fisik, tampak sangat trauma dan menangis ketakutan menyaksikan kondisi ibunya.
Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di Klinik Bidan Anita, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kumpulan Pane Tebing Tinggi karena luka yang dialami cukup serius.
Wahyu mengungkapkan bahwa pihak medis menyatakan penglihatan mata kanan istrinya tidak dapat diselamatkan. “Dokter menyampaikan bahwa mata kanan istri saya sudah tidak bisa melihat lagi. Kami sangat terpukul atas kejadian ini,” katanya.
Hingga kini, Dea masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kumpulan Pane Tebing Tinggi.
Atas kejadian tersebut, Wahyu telah melaporkan kasus ini ke Polres Tebing Tinggi dengan nomor laporan STTLP/LP/B/89/11/2026/SPKT/Polres Tebing Tinggi/Polda Sumatera Utara.
Peristiwa ini diduga merupakan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Wahyu berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku.
“Saya mohon kepada Ibu Kapolres Tebing Tinggi agar pelaku segera ditangkap. Istri saya membutuhkan keadilan dan kami berharap ada kepastian hukum,” pungkasnya penuh harap.
(D.G)







