IWO Batu Bara Soroti Dugaan Mark Up Bimtek Rp3,4 Miliar, Kadiskop Disebut Hindari Konfirmasi
Batu Bara – jelasnews.com
Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Batu Bara menyoroti Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Batu Bara, Hakim, yang dinilai tidak memenuhi jadwal konfirmasi terkait dugaan mark up kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) senilai Rp 3,4 miliar yang bersumber dari DAK Tahun Anggaran 2025.
Ketua IWO Batu Bara, Darmansyah, Jumat (27/2/2026), menyampaikan bahwa jadwal konfirmasi telah disepakati sebelumnya melalui Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM, Radiansyah F. Lubis. Namun pada waktu yang telah ditentukan, pukul 10.00 WIB, Kadis disebut tidak berada di tempat dengan alasan tugas mendadak ke Medan.
Informasi tersebut dibenarkan oleh pihak dinas. Salah seorang staf menyebutkan pimpinan memiliki agenda mendadak di luar kota. Sekretaris dinas juga mengakui hal tersebut setelah berkoordinasi dengan ajudan Kadis.
Darmansyah menilai ketidakhadiran itu sebagai bentuk penghindaran dari konfirmasi media terkait dugaan penggelembungan anggaran Bimtek. Ia menyebut, berdasarkan penelusuran pada portal kegiatan, anggaran Rp 3,4 miliar tersebut terbagi menjadi 198 paket kegiatan dengan pola swakelola.
Menurutnya, nilai per kegiatan bervariasi mulai dari Rp 3 juta hingga puluhan juta rupiah. Ia juga menyoroti sejumlah pos anggaran yang dinilai cukup besar, seperti honorarium narasumber, moderator, pembawa acara dan panitia yang disebut mencapai sekitar Rp950 juta, serta belanja alat dan bahan kegiatan kantor sekitar Rp645 juta.
IWO menduga kegiatan tersebut berpotensi tidak sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 serta Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2021 tentang swakelola.
Darmansyah mempertanyakan tipe swakelola yang digunakan dalam pelaksanaan Bimtek tersebut.
Ia menegaskan pihaknya akan menyiapkan laporan resmi terkait dugaan mark up tersebut untuk disampaikan kepada aparat penegak hukum.
Langkah itu diambil menyusul adanya isu bahwa laporan dugaan sebelumnya telah ditarik oleh pelapor.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan langsung dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Batu Bara terkait tudingan tersebut.
(wellas)







