Fakta Baru Terungkap: Penyempitan Parit Diduga Jadi Pemicu Banjir di Desa Sampali

Sumatera Utara – jelasnews.com
Banjir berkepanjangan yang terus menghantui warga Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ternyata bukan semata akibat cuaca ekstrem atau Badai Senyar yang baru-baru ini melanda wilayah Sumatra Utara. Warga menemukan adanya dugaan rekayasa aliran parit oleh oknum pengembang demi keuntungan pribadi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Sampali dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir. Ratusan rumah terendam setiap kali hujan turun, bahkan ketika badai menerjang, desa tersebut sempat terisolasi total karena seluruh akses tidak bisa dilalui kendaraan.
Kecurigaan warga mengenai sistem drainase yang tidak normal akhirnya terjawab. Dengan membawa martil dan palu, masyarakat mendobrak sebuah tembok pada salah satu lahan yang diduga menjadi penyebab utama banjir. Hasilnya, mereka mendapati perubahan drastis pada jalur parit.
Ratno, warga Simpang BW Desa Sampali, menceritakan kepada awak media bahwa kondisi parit tersebut jauh berbeda dibanding waktu ia kecil.
“Dulu parit ini besar dan lurus, menjadi tempat kami berenang dan mencari ikan. Kalau musim hujan, air naik tapi tidak pernah sampai banjir ke rumah. Namun sejak sekitar lima tahun terakhir, setiap hujan pasti banjir. Setelah tembok itu kami jebol baru ketahuan penyebabnya,” ungkap pria berusia 57 tahun itu dengan nada kecewa.
Menurutnya, parit yang dulu berfungsi sebagai jalur utama aliran air kini telah dibelokkan ke arah kanan menuju jalan tol. Perubahan itu diduga dilakukan untuk kepentingan pembangunan perumahan di sekitar kawasan tersebut.
Hasil penelusuran awak media juga memperkuat dugaan warga. Parit yang awalnya memiliki lebar sekitar 4 hingga 5 meter kini menyempit drastis menjadi hanya sekitar 1,5 meter. Dengan ukuran sekecil itu, parit diprediksi tidak akan mampu menampung debit air dari beberapa desa di Kecamatan Percut Sei Tuan, sehingga rawan terjadi luapan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak terkait — termasuk Kepala Desa Sampali maupun pengembang yang disebut-sebut terlibat — memberikan keterangan resmi. Warga berharap pemerintah Kabupaten Deli Serdang turun tangan menindak tegas pihak yang dianggap telah mengubah jalur parit dan menyebabkan bencana bagi masyarakat.
“Kami sudah lama menderita. Begitu hujan sedikit saja, rumah pasti kebanjiran. Kami memohon ada tindakan nyata,” tegas Ratno.
(boim)







