Reses DPRD Batu Bara, Warga Lubuk Cuik Soroti Masalah Banjir

Warga Lubuk Cuik Sampaikan Aspirasi Terkait Pengendalian Banjir dan Infrastruktur pada Reses Tahap II DPRD Batu Bara
Foto: Warga Lubuk Cuik Sampaikan Aspirasi Terkait Pengendalian Banjir dan Infrastruktur pada Reses Tahap II DPRD Batu Bara

BATU BARA – jelasnews.com
Permasalahan pengendalian debit air dari areal perkebunan serta peningkatan infrastruktur jalan menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Desa Lubuk Cuik dalam kegiatan reses Anggota DPRD dari dapil 1 Lima Puluh Raya ( Kecamatan Lima Puluh Kota , Datuk Lima Puluh, Lima Puluh Pesisir) Kabupaten Batu Bara Daerah Pemilihan (Dapil) I Lima Puluh Raya pada Selasa (16/06/2026).

Kegiatan reses tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD, di antaranya Ketua DPRD Safii, Darius, Suriadi, Sudarman, Bonar Manik, Syafii dan Sumini. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan keluhan terkait tingginya debit air yang mengalir dari kawasan Perkebunan Tanah Itam Ulu (TIU) ke areal persawahan dan lahan pertanian masyarakat ketika musim curah hujan yang tinggi.

Masyarakat berharap pihak perkebunan PN-4 dapat memberikan perhatian serius terhadap sistem pengelolaan dan saluran air, khususnya pada pintu air dan saluran pembuangan yang bermuara ke lahan pertanian Desa Lubuk Cuik.

Warga mengusulkan pemasangan gorong-gorong tambahan untuk memecah debit air serta pembersihan parit pembuangan agar aliran air lebih lancar dan tidak menimbulkan genangan air.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Safii menyampaikan bahwa persoalan ini akan dibahas lebih lanjut melalui rapat lintas komisi. Salah satu opsi yang akan dikaji adalah kemungkinan pembangunan bendungan atau sistem pengendalian air lainnya oleh pihak perkebunan guna mengurangi risiko banjir yang kerap mengancam lahan persawahan dan tanaman cabai milik warga.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Suriadi menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat setempat, diantaranya :

Pertama peningkatan ruas jalan dari Desa Lubuk Cuik menuju Pematang Tengah, guna lancarnya angkutan hasil atau sarana produksi pertanian.

Kedua, pembangunan pintu klep dan gorong-gorong pada saluran pembuangan air dari perkebunan menuju areal pertanian Lubuk Cuik.

Ketiga, pembangunan gorong-gorong di jalan lintas yang menghubungkan jalan desa dengan perbatasan Perkebunan Tanah Itam Ulu.

Mengakhiri pertemuan, Safii,SH menyimpulkan bahwa aspirasi utama masyarakat adalah agar pihak perkebunan membangun pintu air yang dapat dibuka dan ditutup secara terkontrol.

Dengan demikian, debit air dari kawasan perkebunan tidak langsung mengalir ke areal persawahan Desa Lubuk Cuik sehingga risiko banjir dapat diminimalisir dan aktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga.
(wellas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *