Bupati Baharuddin Ajak Generasi Muda Kembangkan Potensi Lokal Batu Bara Lewat HIPKA

BATU BARA – jelasnews.com

Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., mengajak generasi muda untuk berperan aktif mengembangkan potensi daerah melalui kreativitas, inovasi, dan keberanian membangun usaha. Menurutnya, berbagai sumber daya yang dimiliki Kabupaten Batu Bara dapat menjadi peluang ekonomi apabila dikelola secara optimal.

Hal itu disampaikan Baharuddin saat menghadiri Forum Bisnis sekaligus Pelantikan Pengurus Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (BPD HIPKA) Kabupaten Batu Bara periode 2026–2031 di Aula Rumah Dinas Bupati Batu Bara, Kecamatan Sei Suka, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Ketua Dewan Pengawas BPW HIPKA Sumut yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso, Wakil Ketua Pengawas HIPKA Sumut M. Fadly Abdina, Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Tanjung Bahtiar Rifa’i, Pimpinan Bank Sumut Lima Puluh Arif Budiman, serta Ketua BPW HIPKA Sumut Anggi Rhaditya Lubis.

Hadir pula Anggota DPRD Sumut Dr. Drs. H. Aripay Tambunan, M.M., Kabag Ops Polres Batu Bara Kompol Zulham, S.H., M.H., perwakilan BUMD, Ketua HIPMI, Ketua DPC GEKRAFS, Ketua DPD HIPKA Batu Bara Sulistio, M.Pd., serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Mengusung tema “Sinergi Bisnis Berkelanjutan Mengakselerasi Potensi Lokal Batu Bara di Era Ekonomi Digitalisasi dan Green Economy”, forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan membaca peluang sekaligus menciptakan kesempatan usaha yang produktif. Ia berharap para pengusaha muda tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu menghadirkan usaha yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baharuddin kemudian memaparkan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Batu Bara, yakni penanaman 16.000 pohon aren yang direncanakan tersebar di 151 desa dan kelurahan.

Menurutnya, pengembangan tanaman aren berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Jika dibarengi pengolahan yang tepat, komoditas tersebut dapat menghasilkan beragam produk bernilai tambah, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mikro dan peluang kerja baru.

Selain itu, Bupati juga menyoroti keberadaan tiga pelabuhan internasional di Kabupaten Batu Bara yang dinilai memiliki posisi strategis untuk menunjang perdagangan dan aktivitas ekonomi. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk lokal, termasuk komoditas kelapa dan pisang, hingga ke pasar ekspor.

Ia berharap HIPKA dapat mengambil bagian dalam mengembangkan potensi tersebut dengan memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan inovasi, serta menerapkan prinsip usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPW HIPKA Sumut sekaligus Anggota Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menegaskan pentingnya kemampuan pengusaha dalam mengidentifikasi peluang bisnis yang tersedia di tengah masyarakat.

Menurut Sugiat, membangun usaha tidak harus dimulai dengan modal dan skala yang besar. Usaha kecil yang dikembangkan secara konsisten dan sesuai kebutuhan pasar juga dapat menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi masyarakat.

Ia turut menyoroti peluang pengembangan peternakan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan telur masyarakat. Selain berpotensi memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, sektor tersebut juga dapat mendukung penyediaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sugiat mendorong para anggota HIPKA agar lebih peka terhadap kebutuhan pasar dan mampu mengembangkan bisnis berdasarkan potensi unggulan daerah. Dengan langkah tersebut, HIPKA diharapkan menjadi wadah lahirnya pengusaha baru sekaligus memperluas kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian daerah.

Melalui forum bisnis dan pelantikan pengurus BPD HIPKA Kabupaten Batu Bara periode 2026–2031 ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

(wellas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *