BATU BARA – jelasnews.com
Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD H OK Arya Zulkarnain di Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Rabu sore (28/10/2026). Sidak tersebut dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan dan ketersediaan obat anestesi di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Batu Bara itu.
Kedatangan Syafrizal disambut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD H OK Arya Zulkarnain, dr. H. Yufly Yanza, bersama jajaran manajemen rumah sakit
Menindaklanjuti laporan tersebut, Syafrizal langsung mengecek persediaan obat-obatan, khususnya obat anestesi, di rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.
Selain memeriksa ketersediaan obat, Wabup juga menyempatkan diri menjenguk pasien yang sedang menjalani rawat inap. Ia berbincang dengan pasien dan keluarga untuk mengetahui secara langsung kondisi serta pengalaman mereka selama mendapatkan pelayanan kesehatan.
Syafrizal turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal.
Ia menegaskan, pembenahan tata kelola pengadaan dan ketersediaan stok obat harus menjadi perhatian serius agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi dan persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Karena itu, pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas perlu menjadi komitmen bersama seluruh jajaran rumah sakit.
Sidak tersebut mendapat respons positif dari sejumlah warganet setelah dokumentasinya diunggah ke media sosial. Salah seorang warganet, Edy Rustam, mengapresiasi langkah cepat Syafrizal dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Edy menilai sektor kesehatan merupakan salah satu aspek penting yang harus terus diperbaiki, terutama terkait kecukupan obat-obatan dan kelengkapan fasilitas di RSUD H OK Arya Zulkarnain.
Ia juga menyarankan agar Pemkab Batu Bara melakukan evaluasi terhadap pegawai yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
Menurutnya, pelayanan rumah sakit harus ditangani tenaga yang memiliki kompetensi, profesionalisme, serta rasa kemanusiaan yang tinggi karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan jiwa pasien.
Keluhan serupa juga disampaikan warganet Wulan Widayanti. Ia mengungkapkan bahwa persoalan ketiadaan obat anestesi pernah dialami keluarganya ketika adiknya hendak menjalani operasi hernia atau turun berok.
Dalam tanggapannya, Wulan menyebutkan bahwa saat itu keluarganya mendapat informasi bahwa obat bius tidak tersedia.
Keluhan tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya evaluasi dan pembenahan sistem pengadaan serta pengelolaan stok obat di rumah sakit daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis sesuai kebutuhan.
Dengan adanya sidak tersebut, diharapkan manajemen RSUD H OK Arya Zulkarnain segera melakukan perbaikan menyeluruh demi meningkatkan mutu pelayanan dan memastikan kebutuhan pasien terpenuhi






