Pembentukan Pansus Plasma Perkebunan Segera Dibahas Bamus DPRD Batu Bara
Batu Bara – jelasnews.com
Proses pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Plasma Perkebunan di DPRD Kabupaten Batu Bara segera memasuki tahap pembahasan di Badan Musyawarah (Bamus). Langkah ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menantikan penyelesaian berbagai persoalan terkait plasma perkebunan di daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Batu Bara, Adri Aulia Harahap, melalui Kepala Bagian Risalah dan Persidangan, Heryawan, menyampaikan bahwa saat ini dokumen administrasi pembentukan Pansus masih dalam tahap finalisasi sebelum diajukan ke Bamus DPRD.
“Berkas administrasi sedang kami susun. Jika tidak ada kendala, pekan depan usulan pembentukan Pansus akan disampaikan ke Bamus untuk dibahas,” ujar Heryawan, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa sesuai mekanisme yang berlaku, usulan pembentukan Pansus harus terlebih dahulu dibahas dan dikaji oleh Bamus sebelum ditetapkan pada tahapan berikutnya.
Pembahasan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di DPRD.
Rencana pembentukan Pansus Plasma Perkebunan bermula dari aspirasi yang disampaikan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Batu Bara kepada Komisi IV DPRD Batu Bara terkait berbagai persoalan plasma yang berkembang di tengah masyarakat.
Menindaklanjuti hal tersebut, DPRD Batu Bara telah menggelar sedikitnya lima kali rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan berbagai pihak yang berkaitan dengan persoalan plasma perkebunan.
Dari serangkaian pertemuan tersebut, muncul kesepakatan untuk mendorong pembentukan Panitia Khusus sebagai langkah lanjutan dalam mengkaji dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ada.
Dukungan terhadap pembentukan Pansus semakin menguat setelah enam fraksi di DPRD Batu Bara menyatakan persetujuannya dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi.
Sikap tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama dari unsur legislatif untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan plasma perkebunan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan berharap pembentukan Pansus tidak hanya sebatas wacana, tetapi mampu menghasilkan langkah nyata dan rekomendasi yang dapat memberikan kepastian serta keadilan bagi para pihak yang berkepentingan.
Hingga saat ini, publik masih menunggu tindak lanjut dan keputusan resmi DPRD Batu Bara terkait pembentukan Pansus Plasma Perkebunan yang diharapkan dapat segera direalisasikan.
(wellas)







