MEDAN – jelasnews.com
Di tengah teriknya matahari dan debu jalanan, Tim Jurnalis Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) binaan H. Ikhwan Lubis, S.H., M.H., kembali turun ke lapangan untuk menyambangi warga kurang mampu, khususnya janda, anak yatim, dan kaum duafa yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sebagai pemulung.
Kegiatan Sedekah Jumat yang dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) tersebut menyasar sejumlah warga di kawasan Jalan Platina Raya, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, hingga kawasan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan.
Salah satu penerima bantuan adalah Asih (67), seorang janda tiga anak yang sehari-hari bertahan hidup dengan mengumpulkan barang bekas. Ia ditemui tim Jurnalis KSJ di sekitar halaman SPBU Jalan Platina, Titipapan, saat duduk di antara tumpukan barang bekas yang dikumpulkannya.
Melalui Pak Boim, tim KSJ menyerahkan bantuan sembako berupa beras kepada Asih. Wajahnya tampak ceria dan terharu setelah menerima bantuan tersebut.
“Terima kasih, Pak. Ternyata masih ada orang seperti KSJ yang peduli kepada saya,” ujar Asih.
Perjalanan tim kemudian berlanjut menyusuri Jalan Platina Titipapan. Di lokasi tersebut, tim menemukan Irma bersama anaknya yang tengah membawa karung berisi botol dan plastik bekas hasil memulung.
Keduanya juga mendapatkan bantuan sembako berupa beras yang diserahkan oleh tim Jurnalis KSJ melalui Pak Abdul. Bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh Irma dan anaknya.
Penyaluran Sedekah Jumat selanjutnya dilakukan di depan Irian Market, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan. Di lokasi ini, tim KSJ kembali menemui sejumlah janda, anak yatim, serta warga duafa yang bekerja sebagai pemulung.
Bantuan beras disalurkan melalui Pak Gusleo, Pak Abdul, dan Pak Boim kepada para penerima yang dinilai membutuhkan uluran tangan. Kehadiran tim KSJ menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang setiap hari harus bekerja keras di jalanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Koordinator kegiatan, Boim bersama para relawan jurnalis Medan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rutinitas KSJ dalam menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang kehidupannya masih jauh dari kata sejahtera.
Sementara itu, pendiri sekaligus pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis, S.H., M.H., berpesan agar seluruh relawan tetap menjaga amanah dalam menjalankan kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, KSJ tidak hanya hadir sebagai organisasi sosial, tetapi harus mampu menjadi mata dan kepanjangan tangan bagi masyarakat dalam melihat serta membantu fakir miskin, khususnya anak-anak yatim.
“Kita harus tetap berkomitmen. Walaupun saat ini tanpa adanya donasi, kita harus siap menjalankannya dan tidak pernah berhenti,” pesan H. Ikhwan Lubis yang dikenal sebagai pejuang duafa.
Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu terus dipertahankan oleh seluruh relawan KSJ, sehingga keberadaan organisasi tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.
(bim)







