Tabrakan Pick Up dan Tronton di Jalinsum Batu Bara, Dua Orang Terluka

Tabrakan Pick Up dan Tronton di Jalinsum Batu Bara, Dua Orang Terluka

Batu Bara – jelasnews.com
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Kisaran KM 122–123, tepatnya di kawasan Perkebunan Dolok, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil pick up dan mobil tangki tronton yang bertabrakan dari arah berlawanan. Akibat peristiwa tersebut, dua orang mengalami luka-luka dan kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.

Mobil pick up bernomor polisi BK 8398 GK dikemudikan oleh Sakeus Saragih (18), warga Deli Serdang. Ia mengendarai kendaraan tersebut bersama seorang penumpang, Mhd Hatam Harahap (19), warga Kota Medan.

Sementara itu, mobil tangki tronton bernomor polisi BK 8354 VW dikemudikan oleh Kusmayadi (48), warga Kabupaten Asahan.
Berdasarkan keterangan saksi Sukma Yindra (22), warga Kabupaten Simalungun, serta hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan diduga terjadi ketika mobil pick up yang datang dari arah Kisaran menuju Medan melaju terlalu ke sisi kanan jalan.

Pada saat bersamaan, mobil tangki tronton datang dari arah berlawanan, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan terjadi di badan jalan sebelah kiri dari arah Kisaran. Akibatnya, bagian depan mobil pick up mengalami kerusakan cukup parah, termasuk kaca depan pecah dan pintu kendaraan yang patah.

Sementara itu, mobil tangki tronton mengalami kerusakan pada bagian bumper depan sebelah kanan.
Dua korban yang berada di mobil pick up, yakni Sakeus Saragih dan Mhd Hatam Harahap, mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh.

Keduanya kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Lima Puluh. Sedangkan pengemudi mobil tronton dilaporkan tidak mengalami luka.

Petugas dari Polres Batu Bara melalui Unit Gakkumdu Laka Lantas Polres Batu Bara IPDA Junaidi, bersama Tim, langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Polisi melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, mengevakuasi korban, serta membuat laporan polisi dan sketsa kejadian guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan petugas untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.
(wellas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *