Perumahan Bergaya Belanda di Deli Serdang Jadi Destinasi Wisata Dadakan, Ramai Dikunjungi Warga
Deli Serdang – jelasnews.com
Sebuah kawasan perumahan dengan arsitektur bergaya Belanda di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, belakangan ini menjadi perhatian masyarakat dan ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah, Minggu (5/4/2026).
Fenomena ini viral di media sosial setelah banyak warganet membagikan foto dan video kawasan hunian yang disebut-sebut memiliki nuansa seperti di Amsterdam, Belanda.
Tak heran, lokasi tersebut kini dipadati pengunjung, baik dari dalam daerah maupun luar daerah, yang datang untuk berfoto dan menikmati suasana unik di kawasan itu.
Perumahan yang dimaksud adalah Suryamas Liandra City, yang berlokasi di Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kawasan ini mulai dibangun sejak tahun 2025 dan lokasinya juga cukup strategis karena berada tidak jauh dari Bandara Internasional Kualanamu.
Keunikan desain bangunan yang menyerupai nuansa Eropa, lengkap dengan suasana asri dan tertata rapi, membuat kawasan ini menjelma menjadi objek wisata dadakan bagi masyarakat, khususnya para pecinta media sosial yang gemar berburu spot foto menarik.
Hampir setiap hari, ratusan pengunjung datang ke lokasi tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak antusias mengabadikan momen dengan latar bangunan unik yang menyerupai kawasan perumahan di Belanda.
Salah seorang pengunjung, Budi (36), warga Kota Medan, mengaku sengaja datang bersama istri dan anak-anaknya hanya untuk menikmati suasana sekaligus berfoto di kawasan tersebut.
“Kami datang ke sini bersama keluarga untuk berfoto-foto. Walaupun jaraknya cukup jauh dan memakan waktu sekitar satu setengah jam dari rumah, kami tetap rela datang.
Tempatnya indah, udaranya juga sejuk, jadi cocok untuk bersantai bersama keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, suasana yang ditawarkan kawasan tersebut memberikan pengalaman berbeda dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana ala luar negeri tanpa harus bepergian jauh.
Sementara itu, pihak pengelola Suryamas Liandra City melalui petugas keamanan, Ricky, menjelaskan bahwa jumlah pengunjung yang datang setiap harinya bisa mencapai lebih dari 100 orang.
Ia mengatakan, pihak pengelola membuka akses bagi masyarakat yang ingin berkunjung mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.30 WIB.
“Masyarakat dipersilakan masuk dan menikmati suasana di area yang telah dibuka untuk umum.
Pengunjung juga bisa duduk santai sambil memesan minuman di kafe yang sudah tersedia. Namun, tetap ada aturan yang harus dipatuhi, seperti tidak memetik bunga dan tidak memasuki area terlarang,” jelas Ricky.
Fenomena wisata dadakan ini dinilai membawa dampak positif, tidak hanya dari sisi hiburan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut diyakini dapat memberikan efek positif bagi perkembangan wilayah sekitar, termasuk sektor usaha, properti, dan pariwisata lokal.
Dengan daya tarik visual yang kuat serta lokasinya yang mudah dijangkau, Suryamas Liandra City kini menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk berlibur singkat sekaligus berburu konten foto di Sumatera Utara.
(boim)







