Warga Huta 9 Bandar Tinggi Resah, Kasus Pencurian Dinilai Lamban Terungkap

Warga Huta 9 Bandar Tinggi Resah, Kasus Pencurian Dinilai Lamban Terungkap


Simalungun – jelasnews.com
Masyarakat Dusun Huta 9, Desa Bandar Tinggi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengaku merasa khawatir akibat maraknya aksi pencurian yang terjadi di lingkungan mereka.

Warga menilai penanganan kasus oleh aparat penegak hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Salah seorang warga bernama Sulistio menjadi korban pencurian setelah rumahnya dibobol pelaku. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hampir 9 juta rupiah.

Peristiwa itu bermula saat Sulistio melihat dua pria berada di sekitar halaman rumahnya dengan gerak-gerik mencurigakan.

Ketika ditegur, salah seorang pria yang diketahui bernama Kema mengaku sedang mengambil buah sawit milik perusahaan di sekitar lokasi.

Karena merasa curiga dengan hilangnya sejumlah barang dari rumahnya, Sulistio kemudian menanyakan keberadaan pupuk miliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Namun, Kema membantah terlibat dalam pencurian tersebut dan menyebut pupuk itu ditemukan di area kebun ubi yang letaknya cukup jauh dari rumah korban.

Adapun barang-barang yang dilaporkan hilang meliputi lima karung pupuk, satu unit aki, alat pengolah air, serta empat ekor burung murai batu. Total kerugian ditaksir mencapai hampir 9 juta rupiah.

Kasus itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian pada 22 April 2026 dengan nomor laporan LP/B/151/IV/2026/SPKT/Polsek Bandar Huluan/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara.

Korban juga telah menghadirkan dua orang saksi dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Meski laporan sudah diterima, warga mengaku kecewa lantaran para terduga pelaku disebut masih bebas beraktivitas di sekitar lingkungan mereka.

Kepala Dusun Huta 9, Saharudin, mengatakan aksi pencurian di wilayah tersebut sudah beberapa kali terjadi sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat, Yusri Bajang. Ia meminta aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas agar masyarakat kembali merasa aman dan terlindungi.

Menurutnya, laporan yang telah dilengkapi saksi dan bukti seharusnya dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Ipda Amri J. Sitanggang, SH menyebutkan bahwa perkara tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan.

Warga berharap proses hukum berjalan secara terbuka dan para pelaku dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *