Pemadaman Listrik Berulang di Sumut Tuai Kritik, Kinerja Manajemen PLN Disorot Jelang RUPS

Pemadaman Listrik Berulang di Sumut Tuai Kritik, Kinerja Manajemen PLN Disorot Jelang RUPS


JAKARTA – jelasnews.com
Gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir kembali memicu keluhan masyarakat. Pemadaman bergilir yang berlangsung pasca ambruknya sejumlah menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV pada 4 Juni 2026 lalu dinilai telah mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha.

Sejumlah pelanggan PLN di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang mengaku masih mengalami pemadaman listrik secara berkala hingga saat ini. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena listrik merupakan kebutuhan utama yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat.

Ade, warga Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, mengatakan pemadaman listrik masih terjadi hampir setiap hari sejak insiden kerusakan jaringan transmisi tersebut.

“Dalam sehari listrik bisa padam sekitar tiga jam. Kondisi ini sudah berlangsung hampir satu pekan dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai proses pemulihan jaringan dan langkah konkret dari PLN untuk meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan. Ia juga menyoroti kerugian yang dialami warga akibat pemadaman, mulai dari kerusakan peralatan elektronik hingga gangguan terhadap usaha dan peternakan.

Keluhan serupa disampaikan Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira. Ia menilai peristiwa tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap keandalan sistem kelistrikan dan manajemen perusahaan dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.

“Pelanggan telah memenuhi kewajibannya membayar tagihan listrik. Karena itu, masyarakat juga berhak mendapatkan layanan kelistrikan yang andal dan stabil,” katanya di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Yudhistira menegaskan bahwa listrik saat ini telah menjadi kebutuhan vital yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Karena itu, gangguan pasokan listrik yang berkepanjangan dinilai memberikan dampak luas terhadap aktivitas rumah tangga maupun sektor usaha.

Selain itu, ia meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan pemadaman listrik yang berulang di berbagai daerah.

Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja manajemen PLN perlu menjadi bagian dari upaya perbaikan sistem kelistrikan nasional.

Yudhistira juga menyoroti posisi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Menurutnya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026 dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan perusahaan.

“Kami berharap ada langkah-langkah perbaikan yang mampu meningkatkan kualitas layanan dan keandalan sistem kelistrikan nasional,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, PT PLN (Persero) dijadwalkan menggelar RUPS pada 15 Juni 2026 mendatang sebagaimana disampaikan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.

(Tim-red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *