BATU BARA – jelasnewe.com
Pemerintah Kabupaten Batu Bara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., saat menerima audiensi panitia Komunitas Batu Bara Bertanjak Jilid 7 Tahun 2026 di ruang kerja Bupati, Kecamatan Lima Puluh, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah persiapan dan rencana pelaksanaan Gebyar Bertanjak Jilid 7 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar secara rutin setiap tahun itu menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan, mempertahankan, sekaligus memperkuat keberadaan budaya Melayu di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Dalam audiensi itu, Bupati Baharuddin didampingi Asisten I, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika yang mewakili Kepala Dinas Kominfo, Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, serta Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
Bupati Baharuddin mengapresiasi langkah panitia yang terus berupaya menghadirkan Gebyar Bertanjak sebagai kegiatan yang mampu menjaga eksistensi budaya Melayu di Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti Gebyar Bertanjak dinilai penting untuk menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal kepada generasi penerus.
“Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Gebyar Bertanjak, kita berharap nilai-nilai budaya Melayu tetap terjaga, dikenal, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari identitas Kabupaten Batu Bara,” kata Baharuddin.
Ia berharap Gebyar Bertanjak Jilid 7 Tahun 2026 nantinya dapat terlaksana secara sukses dan semarak. Selain menjadi ruang ekspresi budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap adat dan tradisi Melayu.
Bupati juga menekankan pentingnya menjadikan budaya daerah sebagai kekuatan dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat jati diri masyarakat Kabupaten Batu Bara.
(wellas)







