BATU BARA – jelasnews.com
Banjir yang melanda Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, mendapat perhatian serius. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pengalihan debit air Sungai Sidalu Dalu ke Sungai Gambus dalam rangka pelaksanaan proyek Bendung (Dam) Sidalu Dalu.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Sektor III Pematang Siantar menggelar rapat koordinasi darurat bersama sejumlah pihak terkait, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan digelar di Aula Kantor Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Rapat tersebut membahas langkah penanganan serta solusi untuk mengurangi dampak banjir yang dirasakan masyarakat di wilayah hilir Sungai Gambus.
Sejumlah pihak hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya perwakilan BBKSDA Sumut Sektor III Pematang Siantar, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, pelaksana dan konsultan proyek bendungan, Camat Limapuluh Pesisir Sabri, SHI, MH, Camat Sei Suka Pangeran Riadi Gunawan Siagian, SP, MSi, Kepala Desa Gambus Laut Zaharuddin, Kepala Desa Kuala Indah, serta perwakilan perusahaan di kawasan Kuala Tanjung.
Pengalihan aliran Sungai Sidalu Dalu tersebut diduga membuat debit Sungai Gambus meningkat. Kondisi ini kemudian berdampak pada wilayah hilir, termasuk Desa Gambus Laut.
Akibat luapan air, sekitar 150 hektare lahan pertanian yang ditanami padi dan cabai dilaporkan terendam. Banjir juga merambah permukiman warga di Dusun VI, VII dan VIII Desa Gambus Laut.
Di sejumlah lokasi, ketinggian genangan air bahkan dilaporkan mencapai sekitar 70 sentimeter. Genangan tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan tanaman pertanian masyarakat.
Camat Limapuluh Pesisir, Sabri, mengatakan rapat koordinasi tersebut digelar untuk mencari langkah penanganan yang dapat segera dilakukan guna mengurangi dampak banjir terhadap masyarakat.
Dalam pembahasan, terdapat sejumlah alternatif yang diusulkan untuk mengurangi beban debit air yang masuk ke Sungai Gambus.
Salah satu opsi yang mencuat adalah mengalihkan sebagian debit air ke aliran sungai lainnya sehingga Sungai Gambus tidak terus menanggung beban air dalam jumlah besar.
Selain itu, muncul pula usulan agar sebagian aliran air diarahkan menuju Sungai Kuala Indah.
Menurut Sabri, opsi tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan debit air di Sungai Gambus.
Di sisi lain, pengalihan sebagian aliran ke Sungai Kuala Indah juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan air di kawasan industri Kuala Tanjung serta memberikan dampak positif bagi nelayan Kuala Indah yang mengalami kendala melaut akibat perubahan kondisi aliran di wilayah muara.
Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk mencari solusi bersama agar pengelolaan debit air selama pengerjaan proyek Bendung Sidalu Dalu tidak semakin memperbesar dampak banjir terhadap masyarakat dan lahan pertanian di wilayah hilir.
(wellas)







