Pengalihan Debit Air Bendungan Dalu Dalu Picu Banjir, 150 Hektare Ladang Cabai dan Padi Beresiko Gagal Panen, dan 15 Rumah di Gambus Laut Terdampak

BATU BARA – jelasnews.com
Pengalihan debit air Sungai Dalu Dalu untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi tanggul Bendungan Dalu Dalu di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara diduga menyebabkan peningkatan debit air di Sungai Simpang Gambus.

Kondisi tersebut mengakibatkan banjir yang merendam sekitar 150 hektare lahan pertanian cabai dan padi serta puluhan rumah warga di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara. Kamis (6/8/2026).

Kepala Desa Gambus Laut, Zaharuddin, mengatakan air kiriman dari Sungai Simpang Gambus mulai meluap hingga menggenangi areal pertanian dan permukiman warga.

“Sedikitnya sekitar 150 hektare lahan pertanian cabai dan padi telah terendam. Selain itu, sekitar 15 rumah di Dusun 7 dan Dusun 8 juga sudah dimasuki air,” ujarnya.

Menurutnya, luapan air yang semakin tinggi menimbulkan kekhawatiran bagi para petani karena sebagian besar tanaman cabai sedang memasuki masa menjelang panen.

Salah seorang petani, Budi (35), warga Dusun 6 Desa Gambus Laut, mengaku lahan cabainya seluas 15 rante mulai terendam sejak Kamis siang. Ia bersama keluarganya berupaya mengurangi genangan dengan menggunakan mesin pompa air.

“Air sudah menggenangi guludan tanaman cabai. Kami terus memompa air agar tanaman bisa diselamatkan. Padahal cabai sudah mendekati masa panen. Kalau air terus bertahan, kami khawatir gagal panen,” katanya.

Hal serupa dialami Endri (42), petani lainnya di Desa Gambus Laut. Lahan cabai miliknya seluas 10 rante juga terendam sejak Kamis. Ia turut menggunakan mesin pompa sebagai upaya mengeluarkan air dari lahan pertaniannya.

Sementara itu, Legi (72), warga setempat, menjelaskan genangan air sebenarnya telah mulai memasuki areal pertanian sejak Selasa (4/8/26). Namun debit air terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada hari ini Kamis.

“Air mulai masuk sejak Selasa, kemudian bertambah pada Rabu, dan hari ini jauh lebih besar. Lahan cabai dan sawah di Dusun 7, TU 5, Dusun 6, TU 27 dan TU 28 semuanya terdampak,” ungkapnya.

Keterangan serupa disampaikan Masdi (60), warga Dusun 7. Ia mengatakan air telah memasuki rumah tetangganya bernama Pak Sitip sejak Rabu (5/8), dan hingga Kamis kondisi banjir masih terus bertambah.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah penanganan agar banjir tidak semakin meluas, sekaligus memberikan solusi bagi para petani yang terancam mengalami gagal panen akibat genangan air yang diduga dipicu pengalihan debit Sungai Dalu Dalu.

(wellas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *