BATU BARA – jelasnews.com
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui PSDA Sumut bersama UPTD PSDA Bah Bolon, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara, DPRD Batu Bara, PT Inalum, pihak rekanan dan konsultan proyek, serta masyarakat terdampak meninjau langsung kondisi Dam Sumanggar–Dam Sidalu Dalu di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Rabu (12/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat yang sebelumnya digelar di kantor PSDA Sumatera Utara, Medan, terkait langkah penanganan dampak pekerjaan proyek di kawasan Dam Sumanggar–Dam Sidalu Dalu.
Sebelumnya, pengalihan debit air akibat pengerjaan proyek berdampak terhadap aliran air di bagian hilir Sungai Gambus. Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 150 hektare lahan pertanian di Desa Gambus Laut, yang ditanami cabai dan padi, terendam dan berpotensi mengalami gagal panen.
Sebagai langkah darurat, PSDA Sumut menginstruksikan tiga tindakan utama, yakni normalisasi aliran, rekayasa aliran air, serta pemasangan sheet pile maupun sandbag di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pengendalian aliran.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses surutnya genangan sekaligus mencegah air kembali meluas ke lahan pertanian dan permukiman warga.
Dalam kunjungan tersebut hadir Kepala Bidang Perencanaan PSDA Provinsi Sumut Ihsanul Fatta, Kepala UPTD PSDA Bah Bolon Syahrial Efendi beserta jajaran Dinas Pengairan PU Provinsi UPT Batu Bara yang diwakili Sadikin Sumarno.
Dari DPRD Batu Bara hadir Ketua DPRD M. Safii, Wakil Ketua DPRD Tengku Rodial, Ketua Komisi IV Sarianto Damanik, Wakil Ketua Komisi IV Ismar Komri, serta sejumlah anggota Komisi IV, di antaranya Jalasmar Sirinjak, Safii, Suriadi dan M. Ridwan.
Turut hadir Kepala Dinas PUTR Batu Bara Budi Sinaga, kelompok tani Desa Gambus Laut, aparatur Desa Gambus Laut dan Desa Kuala Indah, perwakilan PT Inalum, rekanan serta konsultan pelaksana proyek Dam Sidalu Dalu
Ketua Komisi IV DPRD Batu Bara Sarianto Damanik melalui Wakil Ketua Komisi IV Ismar Komri mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan adanya perkembangan positif dalam penanganan persoalan banjir akibat perubahan aliran air.
Menurut Ismar, instruksi Kepala UPTD PSDA Bah Bolon kepada tiga rekanan dan konsultan proyek untuk melakukan langkah penanganan di lapangan telah mulai dilaksanakan.
“Normalisasi dan rekayasa aliran air, termasuk pemasangan sheet pile atau sandbag di sejumlah titik, sudah dilakukan. Namun, perkembangannya tetap harus dimonitor secara berkala,” ujar Ismar.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan PSDA Sumut, debit air di bagian hilir Sungai Gambus Laut mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen setelah dilakukan rekayasa aliran.
“Dengan adanya rekayasa aliran air, berdasarkan pantauan PSDA Sumut, debit air di hilir Sungai Gambus Laut sudah turun sekitar 20 sampai 30 persen. Ini masih tahap awal dan tentunya harus terus dipantau,” katanya.
Ismar juga mengingatkan agar proses pembangunan proyek tidak kembali menimbulkan dampak terhadap masyarakat. Setiap tahapan pekerjaan, menurutnya, perlu dilakukan melalui kajian yang matang dengan mempertimbangkan aspirasi DPRD, petani Gambus Laut, serta masyarakat Desa Kuala Indah.
Ia meminta seluruh masukan masyarakat menjadi perhatian pihak rekanan agar pelaksanaan pekerjaan tidak memunculkan persoalan baru di lapangan.
Selain itu, Ismar berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama DPRD tetap mengawal kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Ia juga meminta pekerjaan Dam Sidalu Dalu dapat dipercepat mengingat masa pengerjaan proyek mencapai 180 hari dan kondisi saat ini mulai memasuki periode menjelang musim hujan.
“Kalau memungkinkan, pengerjaan dimaksimalkan siang dan malam. Untuk itu bisa dibantu dengan penerangan agar pekerjaan tetap berjalan,” tegas Ismar Komri yang juga Ketua Fraksi Karya Pembangunan Nasional (KPN) DPRD Batu Bara.
Ia turut mengapresiasi langkah PSDA Sumut dan seluruh pihak yang telah bergerak melakukan penanganan terhadap dampak pengalihan aliran air.
Ismar berharap berbagai upaya tersebut dapat menjadi solusi bersama untuk mengatasi persoalan yang muncul selama pengerjaan proyek di kawasan Dam Sumanggar dan Dam Sidalu Dalu.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Batu Bara Sarianto Damanik mengatakan, tiga langkah darurat yang telah dijalankan berdasarkan instruksi UPTD PSDA Bah Bolon diharapkan mampu terus menekan genangan yang sebelumnya merendam sekitar 150 hektare lahan pertanian di Desa Gambus Laut.
“Berdasarkan pantauan PSDA Sumut hari ini, setelah dilakukan rekayasa aliran air, debit di hilir Sungai Gambus Laut telah mengalami penurunan sekitar 20 sampai 30 persen. Ini merupakan tahap awal dan perkembangannya akan terus kita monitor,” pungkasnya.







