MEDAN – jelasnews.com
Tim Jurnalis Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) binaan H. Ikhwan Lubis, S.H., M.H., kembali melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan sedekah kepada warga duafa, janda, serta masyarakat yang membutuhkan, Jumat (4/9/2026).
Dalam kegiatan kali ini, tim menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Medan untuk mencari warga kurang mampu yang masih bekerja di jalanan demi memenuhi kebutuhan hidup. Sasaran sedekah di antaranya penjahit sepatu, pemulung, penarik becak dayung, hingga ibu dan anak yang berjualan di pinggir jalan.
Aksi sosial diawali dengan mendatangi Yulistyo (69), seorang penjahit sepatu yang biasa mangkal di kawasan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Kepada Yulistyo, tim Jurnalis KSJ menyerahkan bantuan berupa beras yang diberikan melalui Boim.
Penyaluran bantuan kemudian dilanjutkan dengan menyambangi sejumlah pemulung yang menggunakan sepeda maupun berjalan kaki di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Glugur, Medan.
Tim juga menemui sejumlah penarik becak dayung, di antaranya Marullah, Janto Harianja, Buyung dan Madun Siregar yang biasa mencari penumpang di sekitar kawasan Simpang Jalan Karantina dan Pulo Brayan, Kota Medan.
Bantuan beras untuk para pekerja duafa tersebut disalurkan oleh tim Jurnalis KSJ yang terdiri dari Gus Leo, Abdullah dan Boim.
Salah seorang penerima bantuan, Buyung, mengaku bersyukur mendapatkan perhatian dari KSJ. Ia mengatakan hingga siang hari belum memperoleh penumpang, sementara keberadaan becak mesin membuat persaingan mencari penumpang semakin ketat.
“Alhamdulillah, terima kasih ya, Pak. Semoga keluarga Pak Pembina KSJ H. Ikhwan Lubis senantiasa ditambahkan rezekinya dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Buyung.
Aksi sosial kemudian berlanjut ke Jalan Krakatau, Medan. Di lokasi tersebut, tim menemukan seorang ibu bersama anaknya yang berjualan balon di pinggir jalan.
Keduanya terlihat bahagia ketika menerima bantuan beras dari KSJ. Bahkan, ibu dan anak tersebut langsung memeluk dan mencium karung beras yang diterimanya.
Bantuan itu dinilai sangat berarti karena pada saat itu balon yang mereka jual belum banyak mendapatkan pembeli.
Selanjutnya, tim mendatangi Iskandar Syam, seorang pemulung barang bekas yang berkeliling menggunakan sepeda di kawasan Pulo Brayan, Medan.
Iskandar menyampaikan rasa terima kasih kepada KSJ dan H. Ikhwan Lubis yang dinilainya terus menunjukkan kepedulian terhadap warga duafa dan anak yatim.
Ia mengaku belum pernah menerima bantuan pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial lainnya.
“Baru bantuan beras dari KSJ inilah yang saya terima. Kalau bantuan dari pemerintah, saya belum pernah menerima, padahal kemarin ada bantuan tiga goni beras bagi warga miskin di Kota Medan,” ungkap Iskandar.
Menyasar Warga yang Benar-Benar Membutuhkan
Kegiatan sedekah Jumat yang dilakukan Tim Jurnalis KSJ merupakan bagian dari aktivitas rutin komunitas tersebut dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Tim yang dibina H. Ikhwan Lubis menilai para janda, anak yatim, lansia duafa, serta masyarakat kurang mampu yang masih bekerja di jalanan merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian.
Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis dan relawan KSJ menyasar sejumlah kawasan di Kota Medan, mulai dari Jalan KL Yos Sudarso, Glugur, Pulo Brayan, Jalan Krakatau hingga kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli.
Bantuan diberikan kepada sejumlah pekerja jalanan seperti pemulung, penarik becak dayung, penjahit sepatu serta penjual balon yang setiap hari berjuang mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Pendiri sekaligus pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis, berpesan agar kegiatan sosial tersebut terus dilakukan dengan penuh amanah dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, KSJ tidak hanya harus hadir sebagai organisasi sosial, tetapi juga menjadi mata dan kepanjangan tangan bagi masyarakat untuk melihat kondisi fakir miskin, khususnya anak-anak yatim.
“Kita harus komitmen. Walaupun saat ini tanpa adanya donasi, kita harus siap menjalankannya dan tidak pernah berhenti,” tegas H. Ikhwan Lubis yang dikenal sebagai pejuang duafa.
Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu tetap terjaga sehingga keberadaan KSJ dapat terus memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
(bim)







